IWIMA Bersama Asian Foundation Tingkatkan Literasi AI bagi Dosen dan Mahasiswa

14 Agustus 2026 - 69x Dilihat

Pekalongan, 14 Agustus 2026 — Institut Widya Pratama (IWIMA) terus mendorong peningkatan kompetensi dosen dan mahasiswa dalam menghadapi perkembangan teknologi kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI). Upaya tersebut diwujudkan melalui kegiatan Peningkatan Literasi AI yang diselenggarakan IWIMA bersama The Asian Foundation pada 14 Agustus 2026.

Kegiatan yang berlangsung di Ruang Laboratorium Kampus IWIMA tersebut diikuti oleh dosen dan mahasiswa. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya meningkatkan pemahaman dan kemampuan sivitas akademika dalam memanfaatkan teknologi AI secara produktif, khususnya untuk mendukung proses pembelajaran, pengembangan pengetahuan, penelitian, serta berbagai aktivitas akademik lainnya.

Perkembangan teknologi AI yang semakin pesat memberikan berbagai peluang bagi dunia pendidikan. Berbagai teknologi berbasis AI kini dapat dimanfaatkan untuk membantu mencari dan mengolah informasi, mengembangkan ide, menyusun materi, menganalisis data, hingga mendukung proses pembelajaran. Namun, pemanfaatan AI di lingkungan akademik juga perlu diimbangi dengan pemahaman mengenai etika, tanggung jawab, dan penggunaan teknologi secara bijak.

Melalui kegiatan ini, peserta tidak hanya diperkenalkan pada berbagai kemampuan dan potensi teknologi AI, tetapi juga diajak memahami pentingnya penggunaan AI secara etis dan bertanggung jawab. Hal tersebut menjadi perhatian penting agar pemanfaatan AI tidak mengurangi proses berpikir kritis, kreativitas, integritas akademik, maupun tanggung jawab pengguna terhadap informasi yang dihasilkan.

Materi disampaikan oleh Bapak Nunuk Riza Puji, M.Kom. dari The Asian Foundation melalui program AI Class Asia (aiclassasia). Dalam pemaparannya, peserta mendapatkan wawasan mengenai perkembangan AI serta bagaimana teknologi tersebut dapat dimanfaatkan secara efektif dalam kegiatan akademik.

Peserta juga diarahkan untuk memahami bahwa AI sebaiknya ditempatkan sebagai alat bantu untuk meningkatkan kemampuan manusia, bukan sebagai pengganti proses berpikir. Mahasiswa tetap perlu melakukan verifikasi terhadap informasi yang dihasilkan AI, memahami sumber informasi, serta menggunakan hasil AI secara bertanggung jawab.

Bagi dosen, peningkatan literasi AI diharapkan dapat membuka peluang untuk mengembangkan metode pembelajaran yang lebih inovatif dan adaptif terhadap perkembangan teknologi. Sementara bagi mahasiswa, kemampuan memahami dan menggunakan AI secara tepat diharapkan menjadi bekal penting untuk menghadapi dunia kerja dan perkembangan kebutuhan industri digital.

Kegiatan ini juga menjadi momentum bagi IWIMA untuk memperkuat budaya pembelajaran yang selaras dengan perkembangan teknologi. Perguruan tinggi dituntut tidak hanya mampu mengikuti perkembangan AI, tetapi juga membekali sivitas akademika dengan kemampuan untuk memahami peluang, keterbatasan, risiko, dan aspek etika dalam penggunaannya.

Melalui kolaborasi bersama The Asia Foundation, IWIMA berharap kegiatan literasi AI dapat memberikan manfaat nyata bagi dosen dan mahasiswa serta dapat dikembangkan dalam berbagai kegiatan lanjutan. Peningkatan literasi AI diharapkan mampu membentuk sivitas akademika yang adaptif terhadap teknologi, kritis dalam menggunakan informasi, kreatif dalam berkarya, dan tetap menjunjung tinggi etika serta integritas akademik.

Kegiatan Peningkatan Literasi AI ini sekaligus menegaskan komitmen IWIMA dalam mempersiapkan mahasiswa dan dosen menghadapi era transformasi digital dengan tidak hanya menguasai teknologi, tetapi juga memahami bagaimana teknologi tersebut digunakan secara cerdas, etis, dan bertanggung jawab.